Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Kabar Kuliner
Pemkab Bantul kumpulkan pengelola SPPG untuk evaluasi MBG
BetFoodie Lidah Indonesia2026-07-05 04:42:18【Kabar Kuliner】104 orang sudah membaca
PerkenalanBupati Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Abdul Halim Muslih disela menjalankan tugas di Bantul. AN

Bantul (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, segera mengumpulkan para pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah tersebut untuk melakukan evaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak sekolah.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, di Bantul, Selasa, mengangakan langkah mengumpulkan para pengelola SPPG MBG tersebut salah satunya menindaklanjuti adanya laporan keracunan makanan yang dialami siswa yang diduga setelah menyantap makanan MBG di wilayah Kecamatan Jetis.
"Masalah Makan Bergizi Gratis ini harus terus kita evaluasi, kita pantau kita cari apa penyebab sesungguhnya, maka kita akan rapat tentang Program MBG dengan mengundang semua penanggung jawab SPPG," katanya.
Bupati menargetkan dalam waktu dekat atau dalam minggu ini dapat mengundang para pengelola SPPG di Bantul, mengenai masalah atau kendala yang dihadapi termasuk mencari solusi bila ada persoalan dalam menjalankan proyek nasional tersebut.
Baca juga: BGN perkuat pelaksanaan program MBG di Kabupaten Bantul
"Para penanggung jawab SPPG yang ada di Bantul coba kita tanya satu per satu apa problemnya, apa masalahnya, kok masih saja terjadi laporan itu (keracunan)," katanya.
Menurut dia, laporan keracunan makanan yang dialami siswa diduga usai menyantap MBG memang bukan gambaran semua SPPG, melainkan hanya beberapa peristiwa, dan bukan representasi dari semuanya.
"Ini kecelakaan, tapi bagaimanapun karena ini menyangkut kesehatan anak-anak kita, pastilah harus kita cari solusinya, kita temukan penyebabnya apa kok masih saja terjadi keracunan seperti ini," katanya.
Sementara itu, terkait dengan laporan ratusan siswa di salah satu SMA negeri di Jetis yang diduga keracunan makanan pada Jumat (31/10), Bupati mengangakan sudah dilakukan asesmen oleh pihak terkait, dan ngak ada yang perlu menjalani rawat inap.
Baca juga: Bantul awasi pemberian MBG di sekolah meski bukan kewenangan daerah
"Sudah diasesmen dan Alhamdulillah ngak ada yang perlu dirawat inap, artinya mereka yang masih muda tentu imunitas masih kuat, tapi kan kita harus mengantisipasi lebih jauh, jangan sampai ada keracunan lagi," katanya.
Suka(6913)
Artikel Terkait
- Daftar makanan tinggi protein untuk bulking dan pembentukan Otot
- Pembalap Mandalika Racing dirawat di rumah sakit karena kecelakaan
- SPPG Polri distribusikan MBG perdana ke dua sekolah di Kelapa Gading
- Dompet Dhuafa salurkan bantuan untuk warga Palestina di Yordania
- Kasus ompreng MBG palsu, BGN tegaskan bahan harus stainless steel 304
- Album Asia: Laos sambut Festival That Luang
- Protein hewani mudah diserap tubuh dan bantu pertumbuhan anak
- Atasi gejala angin duduk dengan tepat: Pertolongan dan pencegahannya
- Ahli Gizi sebut pentingnya pemberian MBG yang disertai dengan edukasi
- Shakira Amirah sebut sarapan real food bantu anak makin berprestasi
Resep Populer
Rekomendasi

BGN minta Dinkes ngak asal keluarkan SLHS untuk dapur MBG

Musim pancaroba pengaruhi turunnya daya tahan tubuh

Pemerintah promosikan penerapan pola makan sehat untuk cegah penyakit

Program MBG Lampung telah jangkau 86 persen penerima manfaat

Klasemen Grup H: peluang Indonesia U

Insiden pelepasan suar nodai konser reuni Oasis di Melbourne

Pengamat: Kopdes Merah Putih modal untuk bangun ekonomi berbasis lokal

Manfaat Azelaic Acid untuk wajah, bikin kulit cerah & anti flek hitam